Ini adalah pemandangan menakjubkan ladang rapa (rapeseed) yang diambil
oleh fotografer Jerman Anne Berlin saat berkunjung ke Luoping, Cina.
Menurut Anne, "Benar-benar luar biasa, saya tak akan lupa pemandangan mengagumkan ini. Kuningnya begitu cerah."
Saat ia pertama keluar dari mobil, Anne begitu tercengang melihat pemandangan tersebut sampai-sampai ia lupa mengambil foto.
"Saya
tak pernah melihat sesuatu yang seperti ini. Sangat mengagumkan. Saat
saya berjalan di lanskap menakjubkan ini, saya merasa seperti Alice di
Negeri Ajaib."
Anne dikelilingi oleh banyak lebah di sekitarnya.
"Seperti berenang di kolam bunga kuning. Saya tak akan melupakan hari
yang menyenangkan dan mengagumkan ini. Benar-benar luar biasa. Anda
harus melihatnya sendiri."
Berlin sedang melakukan tur foto di Yunnan pada bulan Maret saat mengambil gambar-gambar ini.
"Dua hari terakhir kami tinggal di Luoping, sekitar 200 km timur Kunming, untuk mengambil foto ladang rapa", kata dia.
"Cuacanya tidak bagus untuk mengambil foto karena berkabut. Untuk mengambil gambar ini, kami harus memanjat bukit tinggi."
Saat mengambil gambar ini Anne menggunakan Canon 5D Mark II, 17-40mm dan 70-200mm.
Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts
Saturday, October 20, 2012
Thursday, October 11, 2012
Mengenal Lebih Dekat Tentang Subak
Adiana Putra -
Reviewed: Mengenal Lebih Dekat Tentang Subak
5
Sumber: http://www.emingko.com/2012/05/mengenal-lebih-dekat-tentang-subak.html#ixzz28ww10qBF
Mengenal Lebih Dekat Tentang Subak - "Subak" mungkin kata ini agak asing di telinga banyak orang tapi beberapa hari terakhir Subak mulai sering dibicarakan karena dia telah dinyatakan sebagai warisan dunia oleh UNESCO [United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization] tahun 2012. Bagi yang belum mengenal mungkin masih bertanya-tanya apa itu Subak? Subak adalah sistem irigasi yang biasa digunakan oleh masyarakat Bali.
Apa keistimawaan dari Subak sehingga membuat UNESCO menobatkannya sebagai budaya warisan dunia? Subak sebagai sistem irigasi bukan hanya mencakup bagaimana sistem irigasi yang tepat untuk diaplikasikan baik dalam pertanian, perikanan, maupun dalam memanfaatkan air sebagai sumberdaya alam. Yang membuat Subak itu menjadi lebih spesial adalah asas kerjanya berdasarkan asas keadilan.

Sumber: banjartegallinggah.blogspot.com
Apa keistimawaan dari Subak sehingga membuat UNESCO menobatkannya sebagai budaya warisan dunia? Subak sebagai sistem irigasi bukan hanya mencakup bagaimana sistem irigasi yang tepat untuk diaplikasikan baik dalam pertanian, perikanan, maupun dalam memanfaatkan air sebagai sumberdaya alam. Yang membuat Subak itu menjadi lebih spesial adalah asas kerjanya berdasarkan asas keadilan.

Di Bali, Subak memiliki organisasi dengan ketuanya yang disebut Pekaseh. Pekaseh
bersama para petani, peternak, juga pengelola kegiatan yang terkait
dengan air selalu melakukan perencanaan dan melaksanakan pengairan baik
untuk sawah, kolam ikan, termasuk air bersih dengan sangat adil melalui
musyawarah di Bali disebut Sangkep [Angkep =
berdekatan/mendekat]. Perencanaan matang disiapkan bagaimana nantinya
sebuah lahan akan diberi air, seberapa banyak, seberapa lama, dan
bagaimana mereka bekerja semua terencana dengan baik.
Bagi
yang pernah jalan-jalan ke Bali pasti banyak melihat tata letak sawah
berundak juga terlihat sangat terasi, semua itu dilakukan bukan hanya
untuk indah dilihat tetapi dengan teknik seperti ini akan memudahkan
sistem irigasi Subak mengaliri sawah dari atas ke bawah. Subak mengelola air gunung, bendungan, sungai, telabah, dan kekalen. Telabah adalah cabang saluran dari sungai sedangkan Kekalen adalah cabang dari Telabah.
Sebelum dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO sudah banyak Mahasiswa juga peneliti termasuk pengamat pengairan dari berbagai negara datang ke Indonesia khususnya Bali untuk melakukan study tentang Subak. Subak tidak hanya berlandaskan asas keadilan tapi juga bagaimana menjaga kualitas dan kuantitas air dan memanfaatkannya secara optimal, bagaimana mengelola air agar tidak lewat begitu saja dari gunung menuju laut - Mengenal Lebih Dekat Tentang Subak.
Bagi
yang pernah jalan-jalan ke Bali pasti banyak melihat tata letak sawah
berundak juga terlihat sangat terasi, semua itu dilakukan bukan hanya
untuk indah dilihat tetapi dengan teknik seperti ini akan memudahkan
sistem irigasi Subak mengaliri sawah dari atas ke bawah. Subak mengelola air gunung, bendungan, sungai, telabah, dan kekalen. Telabah adalah cabang saluran dari sungai sedangkan Kekalen adalah cabang dari Telabah.Sebelum dinobatkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO sudah banyak Mahasiswa juga peneliti termasuk pengamat pengairan dari berbagai negara datang ke Indonesia khususnya Bali untuk melakukan study tentang Subak. Subak tidak hanya berlandaskan asas keadilan tapi juga bagaimana menjaga kualitas dan kuantitas air dan memanfaatkannya secara optimal, bagaimana mengelola air agar tidak lewat begitu saja dari gunung menuju laut - Mengenal Lebih Dekat Tentang Subak.
Sumber: http://www.emingko.com/2012/05/mengenal-lebih-dekat-tentang-subak.html#ixzz28ww10qBF
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)