Pages

Showing posts with label GIS. Show all posts
Showing posts with label GIS. Show all posts

Monday, September 24, 2007

Aplikasi GIS di Linux

ArcInfo, MapInfo ataupun ArcView adalah aplikasi GIS (Geographic Information System) yang cukup sering dipergunakan oleh Engineer. Aplikasi ini berjalan pada sistem operasi Windows 9x/NT/2000/ME/XP. Pada prinsipnya keluaran dari aplikasi ini adalah sebuah data digital yang dapat dipergunakan untuk keperluan lebih lanjut seperti perencanaan, evaluasi ataupun analisis. Lalu bagaimana di Linux? adakah aplikasi sejenis….?

Jawabannya adalah…. ADA !

Geographic Resources Analysis Support System yang lebih sering disebut dengan GRASS adalah Sistem Informasi Geografis yang dipergunakan untuk manajemen data, prosesing image, memproduksi grafik, model spasial dan juga untuk visualisasi bermacam-macam tipe data. Aplikasi ini dibawah lisensi GNU/GPL.

Aplikasi ini pada awalnya dikembangkan oleh U.S. Army Construction Engineering Research Laboratories (USA-CERL, 1982-1995), dimana USA-CERL adalah cabang dari US Army Corp of Engineers. Pertama kali dikembangkan, aplikasi ini digunakan untuk perencanaan tata guna lahan dan juga perencanaan lingkungan oleh militer. Selanjutnya GRASS berkembang menjadi sebuah aplikasi yang powerful dan digunakan untuk berbagai kepentingan riset ilmu pengetahuan. GRASS saat ini dipergunakan oleh kalangan akademik dan juga para pebisnis diseluruh dunia. Beberapa diantaranya yang menggunakan GRASS adalah NASA, NOAA, USDA, the National Park Service, the U.S. Census Bureau, USGS, dan juga beberapa perusahaan konsultan lingkungan ataupun engineer.

GRASS memungkinkan penggunanya untuk menganalisis, menyimpan, mengupdate, membuat pemodelan dan menampilkan data secara cepat dan mudah. Meskipun pada awalnya aplikasi ini dipergunakan untuk perencanaan tata guna lahan namun tidak menutup kemungkinan aplikasi ini dipergunakan untuk kepentingan engineering lainnya seperti hidrologi, geologi, fisika, statistik, sensor remote atapun yang lainnya.

Sejalan dengan perkembangan dan popularitas GRASS yang semakin meningkat, maka Tim Pengembangan GRASS juga berkembang menjadi sebuah Tim Multi-Nasional yang terdiri dari berbagai Negara. Tim Pengembang saat ini sedang mengembangkan versi GRASS terbaru. Saat artikel ini ditulis versi terbaru GRASS (stable) adalah 5.0.2 sedangkan versi Beta/CVS-nya adalah 5.1. Selain itu Tim Pengembang GRASS juga membuat beberapa manual dan juga dokumentasi mengenai aplikasi ini. Boleh dibilang untuk masalah manual, tutorial dan dokumentasi GRASS memilikinya secara lengkap (TOP BANGET dah untuk masalah yang satu ini).

GRASS berjalan dengan menggunakan standard input data berdasarkan apa yang diketikkan (Command Line Input/Command Line Interface or What You See Is What You Type :P~), namun beberapa command juga memiliki GUI (Graphical User Interface) yang berbasiskan Tcl/Tk. Versi 5.0.2 untuk beberapa command di GRASS masih berbasis Command Line Input, sedangkan pada versi 5.1 hampir semua commandnya telah memiliki GUI. GRASS juga berjalan pada platform Windows NT/2000 dengan menggunakan Cygwin (masih dalam tahap experiment). GRASS juga memungkinkan penggunaan shell script sehingga user ataupun programmer dapat membuat sebuah aplikasi baru dan mengkoneksikan GRASS dengan aplikasi tersebut.

GRASS sangat ideal dipergunakan kalangan engineer untuk perencanaan tata guna lahan. Seperti aplikasi GIS lainnya, GRASS juga mampu untuk menampilkan/memanipulasi data vector seperti jalan, batas daerah dan yang lain. GRASS juga dapat digunakan untuk menghasilkan sebuah peta digital yang dapat di update sewaktu-waktu. Fitur lain yang tersedia dalam GRASS adalah dapat menggunakan raster, cell ataupun data. Fitur ini sangat penting dalam analisis dan design data spasial. Disamping itu, aplikasi ini juga mampu untuk membuka dan menyimpan peta/data pada berbagai aplikasi proprietary GIS lainnya seperti ARC/Info dan Idrisi (Proses Export/Import hasil output).

Arsitektur Prosesor dan Sistem Operasi yang didukung oleh GRASS

Arsitektur:

Intel x86, Motorola PPC, SGI MIPS, Sun SPARC, Alpha AXP, HP PA-RISC, CRAY, dll.

Sistem Operasi:

Linux/Intel, Linux/PowerPC, Solaris/SPARC, Solaris/i86, SGI IRIX, HP UX, Mac OS X (Darwin), IBM AIX, BSD-Unix variants, FreeBSD, CRAY Unicos, iPAQ/Linux handhelds dan unix clone lainnya (32/64bit), termasuk juga Windows NT/Cygnus.

GRASS ditulis dengan menggunakan Bahasa C disertai dengan dokumentasi C-API termasuk JAVA interface. Sementara untuk GUI menggunakan Tcl/Tk.

Source code dan paket binary GRASS dapat didownload di http://grass.itc.it/download.html.

Untuk Informasi lebih lanjut mengenai GRASS silahkan kunjungi Official Site-nya di http://grass.itc.it/.

Google Earth: Pandangan Mata Burung

Google telah merilis Google Earth untuk Linux di versi beta yang keempat. Google Earth menyodorkan pengalaman mengitari bumi dan melihat-lihat kota di dunia tidak hanya secara vertikal seperti peta pada Google Maps, tapi juga melalui perspektif pandangan mata burung.

Dengan kondisi spesifikasi komputer saya yang minimum untuk menjalankan aplikasi Google Earth, saya masih bisa menikmati layanan ini. Tentunya yang pertama dicari adalah rumah saya sendiri, saudara, teman dan tempat-tempat tertentu di kota Bandung. Memang hasilnya belum bisa lebih detil, tidak ada penampakan gedung secara tiga dimensi seperti jika kita melihat kota-kota di Amerika dengan pandangan mata burung, bahkan dengan tingkat zoom yang lebih dekat.

Google Earth untuk Linux disediakan dalam bentuk binary yang siap jadi, tinggal diekstrak secara auto-run. Kemarin saya meng-install-nya di homedir, hari ini ternyata sudah ada portage-nya untuk Gentoo Linux. Jadi saya pindahkan ke /usr/portage/distfiles dan kemudian menjalankan emerge googleearth supaya aplikasi terinstall ke dalam wide system (Gentoo meng-install-nya di /opt/googleearth).

Seperti yang dialami Eko dengan spesifikasi komputer sesuai rekomendasi Google, aplikasi Google Earth di Linux mengalami crashed berkali-kali. Beberapa kali saya juga mengalami hal tersebut, namun hari ini seperti stabil dengan sendirinya.

Saya coba simulasikan pandangan mata burung ke gedung Sate sesuai dengan sudut foto udara Bandung tempo dulu. Hasilnya seperti peta satelit datar yang dilihat secara perspektif, tidak ada elevasi bangunan, tidak ada bangunan tampak bertiga dimensi.

Membangun Aplikasi GIS dengan MapWindow

ESRI adalah salah satu perusahaan besar di dunia yang bergerak dalam bidang GIS. Sudah banyak aplikasi GIS yang dihasilkan oleh ESRI mulai dari ArcInfo, ArcView, ArcIMS dan juga ArcGIS yang merupakan kompilasi dari berbagai aplikasi GIS yang dibangun oleh ESRI.

Dari sekian banyak teman saya yang bergelut di bidang GIS, hampir semuanya mengakui bahwa ESRI dengan salah satu produknya yang bernama ArcView memberikan keleluasaan bagi para engineer ataupun programmer untuk bekerja. Untuk para engineer, ArcView memberikan kemudahan dalam pengolahan dan juga analisis peta. Sedangkan untuk programmer GIS tersedia Script Avenue untuk mengembangkan extension (sejenis plugin untuk ArcView).

Hampir kebanyakan pengguna aplikasi ArcView tidak menyadari bahwa format vector yang dihasilkan melalui aplikasi ArcView sebenarnya adalah format proprietary. Format yang dihasilkan adalah The ESRI Shape Files (SHP) dimana ini merupakan format vector yang dikeluarkan oleh ESRI. Format ini terdiri dari tiga ekstension file yaitu :

  • Main file: *.shp
  • Index file: *.shx
  • DBase file: *.dbf

Ada beberapa project komersial ataupun open source yang tengah dikembangkan agar bisa membuka dan mengolah vector dalam format ekstension SHP, bahkan ESRI mengeluarkan satu produk tersendiri yang mereka sebut dengan nama MapObjects. Mapobjects adalah seperangkat komponen pemrograman yang dibuat oleh ESRI bagi para developer GIS. Dengan menggunakan MapObjects maka kita dapat membuat sebuah aplikasi GIS yang berdiri sendiri tanpa harus ada ketergantungan aplikasi GIS lainnya.

Semua project GIS yang pernah saya kerjakan semuanya menggunakan MapObjects untuk membuka ektension SHP. Untuk mendapatkan MapObjects ini kita harus merogoh kocek kurang lebih 60 juta rupiah. Sebuah angka yang mahal menurut saya, untung saja project yang saya kerjakan selama ini ditalangi oleh kantor, jadi ya kantor saya yang harus membelinya dong :-D.

Nah, kemarin ini saya mendapatkan sebuah link dari rekan untuk aplikasi GIS. Aplikasi ini bernama MapWindow. Sekilas saya baca ternyata MapWindow ini merupakan project open source dalam bidang GIS. Ada tiga komponen penting yang tengah dikembangkan oleh MapWindow yaitu :

Wow. Inilah yang saya cari selama ini. Sebuah aplikasi GIS yang open source, mampu membuka shp dan memiliki fitur tambahan untuk pengembangan plugin. Seperti tertulis dalam official site-nya sebagai berikut :

What makes this GIS tool different than the others?
MapWindow is free to use and redistribute to your clients and other end users.

Unlike other free tools, MapWindow is more than just a data viewer, it is an extensible geographic information system. This means that you can write plug-ins to add additional functionality (models, special viewers, hot-link handlers, data editors, etc.) and pass these along to any number of your clients and end users.

MapWindow includes standard GIS data visualization features as well as DBF attribute table editing, shapefile editing, and grid importing and conversion.

MapWinGIS ActiveX includes a GIS API for shapefile and grid data with many built in GIS functions.

MapWinGIS ActiveX can be redistributed royalty-free. No fee is required, although we happily accept donations to help support this effort. See Why MapWindow

Setelah membaca fitur-fitur yang tersedia, rasanya MapWindow sudah mampu menggantikan keberadaan MapObjects dalam membuat sebuah aplikasi GIS. MapObjects dapat digantikan oleh MapWinGIS ActiveX atau MapWinGIS.NET. Di lain sisi, kehadiran MapWindow GIS 4.0 sepertinya pada suatu saat nanti akan mampu mengungguli ArcView, sebab MapWindow GIS 4.0 juga menyediakan fasilitas scripting seperti halnya Script Avenue. Fasilitas scripting dalam aplikasi GIS adalah suatu hal yang luar biasa, sebab dengan fasilitas ini akan memudahkan bagi para developer ataupun pengguna untuk membuat sebuah plugin/ekstension tambahan untuk mempermudah kerja mereka.

Wah, kalau ada project aplikasi GIS sepertinya saya akan meninggalkan MapObjects dan akan mencoba MapWindow ini.

Studio GIS

Sejak tahun 1989, Lembaga Alam Tropika Indonesia atau lebih dikenal dengan LATIN sangat “concern” untuk mengembangkan berbagai kegiatan dan metode dalam partisipasinya mewujudkan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia yang lebih adil dan lestari. Pengembangan-pengembangan tersebut terutama difokuskan di tingkat masyarakat secara langsung (berbasis komunitas/masyarakat), dalam membantu meningkatkan kemampuan, peran serta dan tingkat hidup masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar atau yang bergantung hidupanya pada hutan. Sampai saat ini LATIN sudah bekerja dengan masyarakat di puluhan desa yang tersebar di 7 kabupaten yaitu Pesisir Krui/Kab. Lampung Barat (Lampung), Kab. Pandeglang (Banten), Kab. Kuningan dan Sukabumi (Jawa Barat), Kab. Pekalongan (Jawa Tengah), Kab. Jember (Jawa Timur) dan Kab. Dompu (Nusa Tenggara Barat).

Salah satu metode yang dikembangkan di lokasi-lokasi tersebut adalah pendekatan berbasis ruang (spasial) yang dilakukan secara partisipatif dan berbasis komunitas melalui pembentukan Studio GIS (Geographical Information System, dalam bahasa Indonesia yaitu SIG atau Sistem Informasi Geografis). Dengan metode ini pendekatan dalam penyelesaian masalah-masalah pengelolaan sumber daya alam dari mulai tingkat masyarakat sampai tingkat kebijakan, dimulai dengan membuat basis informasi yang kuat atas apa yang ada dan terjadi di lokasi di mana fenomena atau permasalahan tersebut terjadi, baik menyangkut aspek fisik, sosial, ekonomi, budaya, dll. Basis informasi ini yang kemudian menjadi bahan diskusi para pihak terkait untuk memutuskan apa yang terbaik yang harus dilakukan. Di 7 lokasi LATIN, sejak 10 tahun terakhir LATIN khususnya Studio GIS mengembangkan dan membantu masyarakat dengan memfasilitasi GIS dan Pemetaan Partisipatif, antara lain untuk perencanaan kawasan hutan, perencanaan desa, dsb.

Selain terus mengembangkan dan berinovasi dengan metode dan teknik-teknik GIS serta Pemetaan, dalam mengembangkan dan mempromosikan pendekatan-pendekatan berbasis spasial Studio GIS juga menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga baik di dalam maupun di luar negeri. Antara lain menjadi anggota JKPP (Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif), bekerja sama dengan Silva Forest Foundation (SFF) dan International Development and Research Center (IDRC) dari Kanada, International Institute for Rural Reconstruction (IIRR) dari Filipina, Sustainable Development Foundation (SDF) Thailand, ESSC Filipina, dll.

Untuk memperluas dan mempromosikan pendekatan berbasis spasial kepada masyarakat luas dengan tema GIS / Pemetaan untuk keperluan yang lebih umum, Studio GIS sejak tahun 2000 memberikan berbagai layanan kepada publik antara lain konsultasi mengenai GIS dan Pemetaan, magang, pelatihan indoor dan outdoor, dll. Baik untuk mitra kerjanya, LSM, staf pemerintah, mahasiswa, maupun untuk masyarakat umum lainnya. Selain juga menerima print peta / poster, layanan data (peta) dijital, dsb.

Untuk hal tersebut, Studio GIS telah didukung dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai antara lain Komputer PC dan Laptop, Plotter (Cetak Ukuran Besar), Printer, Scanner, Digitizer, GPS (Global Positioning System), Altimeter, Kompas, Meteran, dll. Sedangkan untuk perangkat lunaknya antara lain menggunakan Arc View GIS, Arc GIS 9.1, Mapinfo, Er Mapper, dll. Ditangani oleh staf yang telah berpengalaman selama 10 tahun di bidang GIS dan Pemetaan.

GIS using SVG

Melanjutkan tulisan SVG flash killer, salah satu pemanfaatannya adalah membangun Sistem Informasi Geografi atau lebih dikenal Geographic information System (GIS) . Kebetulan saya mendapatkan kerjaan research buat ngembangin Aplikasi GIS buat di web, memang aplikasi GIS sudah banyak dikembangkan, apalagi software pembuat peta biasanya telah menyediakan tools tambahan untuk pengembangan aplikasi GIS di windows, misalnya mapinfo menyediakan tools activex agar bisa diaplikasikan baik diwindows maupun di web. Yang jadi permasalahan terkadang tools tersebut tidak mudah jika harus diakses lewat web. Pastinya tools activex tersebut harus ikut didownload dan tools ini juga harus dibeli. Dengan SVG viewer nya adobe, atau apache batik, tools activex GIS tidak perlu lagi.

Pertama kali saya mendapatkan file peta format mapinfo , kemudian saya coba convert jadi svg (http://www.gis-news.de/svg/map2svg.htm) , kebetulan software konversi mapinfo ke svg dapat di download gratis. Hasil convert tadi saya pelajari, disitu sudah tersusun sesuai dengan layer yang dibuat di mapinfo, kemudian data svg hasil convert saya convert lagi agar semua datanya (termasuk koordinat) masuk ke database (sql server 2000, dari situ saya gunakan asp.net sebagai server applicationnya untuk membangun format svg.

Kenapa harus SVG

1. SVG is free
2. SVG support scalable graphics
3. Animation and multimedia support ( bikin aplikasi mirip flash)
4. CSS, javascript (ECMA Script)
5. Simple (XML based)
6. Multiplatform : internet explorer menggunakan adobe svg viewer, rencananya sih svg akan diadopsi di ie8, opera sejak versi 8 sudah support svg, untuk browser lain ada svg viewer, apache batik.
7. SVGtiny, SVG mobile : untuk dapat diakses di perangkat mobile : smartphone, pda dll.

untuk belajar GIS bisa akses http://www.carto.net, disediakan banyak fungsi yang memudahkan buat GIS dengan format SVG.