Pages

Showing posts with label Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Penyakit. Show all posts

Tuesday, October 23, 2012

Penyakit Langka: Kulit Kepala Menyerupai Otak

Penyakit Langka: Kulit Kepala Menyerupai Otak

Ghiboo.com - Lipatan aneh tampak jelas terlihat di seluruh kulit kepala seorang pria asal Brazil. Bukan, ini bukan tren rambut terbaru.

Pria berusia 21 tahun ini menderita sebuah penyakit langka, yang dikenal sebagai Cutis verticis gyrata. Cutis verticis gyrata merupakan sebuah penyakit dimana kulit kepala memiliki 'alur menyerupai permukaan otak'.

Pria ini mengaku penampilan aneh ini timbul saat usianya menginjak 19 tahun. Kulit kepalanya mulai berubah, dari awalnya lebih tebal menjadi lebih lembut, kenyal, sehingga membuat kulit kepalanya terlihat seperti otak.

Menurut Dr. Karen Schons, dokter kulit di Rumah Sakit Universitario de Santa Maria Brazil, penyakit ini lebih sering terjadi pada pria dan umunya berkembang setelah masa puber. Hingga kini, penyebabnya belum diketahui.

Para dokter meyakini penyakit ini tidak disebabkan oleh masalah psikologis atau neurologis. Namun, penyakit ini diperkirakan bisa memicu cacat kognitif atau otak, termasuk schizophrenia dan kejang.

Wednesday, August 29, 2012

10 Cara Mendeteksi Penyakit dari Tubuh Wanita

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxU3o5YEXHuDbEh84uNIpgbLFj_j4xz2HPwJxc9w8nkGcAjGqyA8Kv1k4fd-_J660xiUQ0ipol2B_gX3HYJnl75bjteUxLARFOs3_2bU94Q5IOTDeyn-V8u4ROxWv2yEdD_7G5G_BkB-A/s320/Cara%252BMendeteksi%252BPenyakit%252BMelalui%252BKuku.jpg

Salah satu dari banyak hal indah tentang tubuh Anda adalah, tubuh memiliki sensor penyakit yang sudah tertanam. Para ahli mengatakan, Anda bisa melihat tanda-tanda peringatan dini bahkan kondisi serius hanya dengan memperhatikan secara seksama tubuh Anda di depan cermin.

Jadi silakan, lihatlah lebih dekat.


KUKU

Jika Anda melihat garis-garis gelap di bawah kuku
Tahi lalat berukuran besar bukan satu-satunya pertanda kanker kulit — penyakit ini juga dapat berkembang di bawah kuku. Garis-garis berwarna kekuningan, coklat, atau hitam adalah tanda dari kerusakan sel, mungkin akibat melanoma (bentuk kanker kulit paling mematikan), ujar Ariel Ostad, M.D., dermatolog di New York City.

Dengan deteksi dini dan pengobatan, sekitar 95 persen kasus dapat disembuhkan, sehingga segera temui dokter kulit jika menemukan gejala tersebut.

Jika Anda melihat garis-garis putih terang
Semua orang sering mengalami bintik-bintik putih pada kuku mereka (biasanya itu tanda bahwa jari Anda terjepit di laci), tetapi jika Anda melihat perubahan warna dengan garis panjang horizontal pada permukaan kuku dan Anda merasa lelah akhir-akhir ini, itu bisa menjadi berita buruk tentang ginjal.

"Garis-garis tersebut mungkin adalah tanda bahwa ginjal tidak dapat menyaring protein agar tidak keluar dari air seni Anda," kata Ostad. Itu berarti tubuh Anda kehilangan protein lebih cepat daripada yang Anda konusmsi — dan hal tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal. Kunjungi dokter Anda secepatnya untuk tes urin.

KETIAK
Jika Anda melihat sebuah bagian kulit kasar dan gelap
Apakah Anda baru pergi ke laut untuk berjemur? Jika tidak, gejala seperti ini berarti Anda kemungkinan mengalami diabetes, ujar Michael Smith, M.D., pemimpin redaksi medis WebMD. Kelebihan insulin dalam aliran darah dapat menyebabkan sel kulit untuk bertambah dengan cepat secara abnormal, menyebabkan penumpukan jaringan dan melanin.

Hal ini membuat kulit terlihat lebih gelap dan terasa lebih tebal. "Ini paling sering terjadi di ketiak, leher, atau selangkangan," kata Smith. Sebuah tes darah sederhana dapat menentukan apakah Anda menderita penyakit tersebut atau tidak, yang terjadi pada sekitar 24 juta orang Amerika — hampir seperempat dari mereka tidak terdiagnosis.


KELOPAK MATA, SIKU, LUTUT

Jika Anda melihat benjolan kecil, lembut yang terlihat putih atau mengilap
Berita baiknya: Ini bukan jerawat. Berita buruknya: Ini adalah simpanan kecil dari kolesterol, ujar Smith.

Sayangnya, "pada saat mereka muncul, kadar kolesterol Anda sudah sangat tinggi, ini merupakan faktor risiko serius untuk penyakit jantung." Namun mengurangi kadar kolesterol Anda sebesar 10 persen dapat mengurangi risiko tersebut sepertiga lebih sedikit.

Temui dokter Anda untuk cek kolesterol, dan tanyakan padanya tentang perubahan gaya hidup atau resep obat-obatan yang bisa menurunkan kadar kolesterol Anda.

KULIT KEPALA

Jika Anda melihat penipisan rambut
Rambut rontok berlebihan adalah indikator umum dari gangguan tiroid, yang terjadi pada sekitar 10 persen wanita Amerika. Ketika tiroid Anda (sebuah kelenjar di tengah leher Anda) rusak, hal tersebut dapat mengganggu keseimbangan hormon seks laki-laki dan perempuan. Akibatnya: lebih banyak helai rambut Anda yang terasa kasar dan rapuh, kata Sandra Fryhofer, M.D., seorang dokter di Atlanta.

Dokter Anda dapat mengukur jumlah hormon tiroid dalam darah Anda — jika kadarnya terlalu banyak atau terlalu sedikit, Anda akan memerlukan obat-obatan untuk mengaturnya.

Jika Anda melihat kulit kepala Anda rontok seperti kulit ular
Jika serpihan kulit kepala Anda tiba-tiba membuat bahu Anda terlihat seperti pegunungan Alpen saat musim salju, Anda perlu waspada. "Kadar stres yang berat menyebabkan tubuh Anda menghasilkan hormon kortisol dalam jumlah berlebihan," kata Ostad. "Selain mendatangkan malapetaka pada sistem kekebalan tubuh (membuat Anda lebih rentan terhadap flu) dan metabolisme Anda (membuat Anda menjadi lebih gemuk), kortisol juga dapat membuat kulit kepala Anda kering."

Sebuah produk shampo ketombe dapat mengurangi kerontokan kulit kepala, tetapi jika Anda benar-benar ingin bahu yang terbebas dari salju, cobalah untuk tidur lebih banyak, bernapas lebih dalam, dan melonggarkan jadwal Anda yang sibuk.

PERUT

Jika Anda melihat rambut tebal, hitam berujung lancip
Hutan yang tumbuh pada perut Anda cukup tebal untuk menyembunyikan keluarga hobbit? Rambut lebat, kasar yang memanjang ke arah pusar (bukan tumbuh ke bawah dari bagian atas tulang kemaluan) bisa menjadi tanda sindrom ovarium polikistik (PCOS), kata Pamela Berens, M.D., seorang ahli obstetri dan ginekologi di Universitas Texas Medical School.

Disebabkan oleh kelebihan produksi androgen, kondisi tersebut dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur atau berat, kenaikan berat badan, jerawat, dan rambut tebal, hitam di perut, wajah, dada, dan punggung. Satu dari 10 perempuan menderita PCOS, yang dapat menjadi faktor risiko serius seperti kemandulan dan penyakit jantung.

Jika Anda mengalami gejala tersebut, temui ahli obstetri dan ginekologi, dia mungkin akan meresepkan pil KB untuk mengembalikan hormon Anda.

LIDAH

Jika Anda melihat lapisan, putih kuning, atau oranye
Jika lidah Anda terlihat seolah-olah dicat dengan warna cerah, Anda mungkin menumpahkan isi perut Anda saat tidur, ujar Fryhofer. Normalnya, katup satu arah di bagian bawah kerongkongan memastikan bahwa apapun yang turun tidak akan kembali naik. Refluks asam terjadi ketika katup ini membuka secara spontan dan isi perut Anda keluar dari tenggorokan Anda, membuat lidah Anda terlapisi asam pencernaan dan Anda akan memiliki napas yang tidak sedap.

Kebanyakan refluks dapat diobati dengan antasid OTC atau hanya dengan menghindari makanan asam dan pedas, jika langkah-langkah tersebut tidak berhasil, temui dokter. Anda mungkin memerlukan obat-obatan resep untuk mengurangi produksi asam lambung tubuh Anda.

MATA

Jika Anda melihat lingkaran di bawah mata yang tidak pernah hilang
Kecuali jika memiliki pekerjaan sampingan sebagai penyiar radio tengah malam, lingkaran hitam yang tiba-tiba muncul mungkin berhubungan dengan alergi. Reaksi berantai, menurut Ostad, berjalan seperti ini: Sebuah alergen menyerang tubuh Anda, yang memicu respon keluarnya histamin, zat kimia ini membuat pembuluh darah membengkak dengan darah dan cairan lainnya, dan akibatnya: daerah gelap muncul pada kulit yang tertipis.

Tes kulit dapat menentukan alergen apa yang menyebabkan gejala tersebut.

Jika Anda melihat bercak kekuningan di bola mata Anda

Tidak, Anda tidak menderita kasus jerawat optik langka. Sebaliknya, bercak yang sedikit terangkat pada bagian putih mata Anda adalah gejala dari kondisi yang tidak berbahaya yang disebut pinguecula. "Ini tidak lebih dari pertumbuhan berlebih dari kolagen yang dipicu oleh kerusakan akibat matahari, angin, atau debu," kata Traci Goldstein, seorang dokter mata di Metropolitan Vision Correction Associates di New York City.

Jaga mata Anda agar tetap lembap dengan tetes mata dan selalu pakai pelindung saat berada di luar ruangan (pastikan kacamata Anda menawarkan perlindungan 100 persen terhadap sinar UVA dan UVB) untuk mencegah bercak tumbuh lebih besar.

*http://id.she.yahoo.com/10-cara-mendeteksi-penyakit-dari-tubuh-wanita.html

Tuesday, February 28, 2012

Penyakit Sinusitis


2.1.1.         Pengertian
Sinusitis, merupakan salah satu penyakit atau kelainan pada sinus paranasal yang akhir-akhir ini semakin meningkat angka kejadiannya. Dampak yang ditimbulkan oleh penyakit ini bervariasi, mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat. Betapapun ringannya dampak yang ditimbulkan, penyakit ini selalu menyebabkan penurunan kualitas hidup penderitanya. Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris ( terletak di pipi) , sinus etmoidalis ( kedua mata) , sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis ( terletak di belakang dahi).
2.1.2.         Penyebab
Sinus paranasal salah satu fungsinya adalah menghasilkan lendir yang dialirkan ke dalam hidung, untuk selanjutnya dialirkan ke belakang, ke arah tenggorokan untuk ditelan ke saluran pencernaan. Semua keadaan yang mengakibatkan tersumbatnya aliran lendir dari sinus ke rongga hidung akan menyebabkan terjadinya sinusitis.
Secara garis besar penyebab sinusitis ada 2 macam, yaitu faktor lokal dan faktor sistemik.
a.       Faktor  lokal adalah semua kelainan pada hidung yang dapat mengakibatkan terjadinya sumbatan; antara lain infeksi, alergi, kelainan anatomi, tumor, benda asing, ….....

iritasi polutan dan gangguan pada mukosilia (rambut halus pada selaput lendir).
b.       Faktor sistemik adalah keadaan di luar hidung yang dapat menyebabkan sinusitis; antara lain gangguan daya tahan tubuh (diabetes, AIDS), penggunaan obat-obat yang dapat mengakibatkan sumbatan hidung.

2.1.3.         Diagnosis
Setiap orang dapat melakukan diagnosis pada dirinya sendiri apakah terkena sinusitis atau tidak. Untuk memudahkan diagnosis sinusitis dapat berpatokan pada The Task Force on Rhinosinusitis of The American Assosiation of Otolaryngology Head and Neck Surgery, dengan menggunakan gejala mayor dan minor.

Tabel 2.1 Tabel gejala mayor dan minor
GEJALA MAYOR
GEJALA MINOR
-   Nyeri / berat / tertekan pada wajah
-   Nyeri pada kepala
-   Hidung buntu
-   Napas berbau
-   Lendir / ingus kekuningan / kehijauan
-   Nyeri pada gigi
-   Gangguan pada indra penciuman
-   Batuk
-   Deman (suhu tubuh meningkat)
-   Nyeri / berat / tertekan pada telinga
Sangkaan sinusitis terjadi apabila terdapat :
-           minimal 2 gejala mayor atau
-          1 gejala mayor disertai dengan minimal 2 gejala minor
Apabila seorang penderita merasa dirinya memenuhi kriteria diagnosis seperti yang tersebut di atas, maka yang bersangkutan perlu segera memeriksakan dirinya ke dokter spesialis THT untuk medapatkan penanganan lebih lanjut, agar dapat dilakukan tindakan pencegah komplikasi akibat penyakit ini.

Diagnosis pasti sinusitis ditegakkan dengan pemeriksaan penunjang antara lain foto Rontgen, CT Scan, Endoskopi, biakan dan uji kepekaan kuman. Kesemuanya itu tergantung pada kondisi penderita dan fasilitas pemeriksaan yang tersedia.
Sinusitis dibagi menjadi:
1.          Akut (berlangsung kurang dari 4 minggu),
Dari anamnesis biasanya didahului oleh infeksi saluran pernapasan, berupa pilek dan batuk yang lama, lebih dari 7 hari.
Gejala subjektif terbagi atas gejala sistemik, yaitu demam dan rasa lesu, serta gejala lokal, yaitu hidung tersumba, ingus kental yang kadang berbau, sakit kepala yang lebih berat pada pagi hari, nyeri di daerah sinus yag terkena, serta kadang nyeri alih ke tempat lain. Pada sinusitis maksila, nyeri terasa di bawah kelopak mata dan kadang menyebar ke alvelolus, hingga terasa di gigi. Nyeri alih dirasakan di dahi dan depan telinga. Pada sinusitis etmoid, nyeri di pangkal hidung dan kantus medius, kadang-kadang nyeri di bola mata atau belakangnya, terutama bila mata digerakkan. Nyeri alis di pelipis.
2.          Sub akut (berlangsung antara 4 – 12 minggu)
Sama dengan sinusitis akut, hanya tanda-tanda radang akutnya sudah reda.
3.          Kronik (berlangsung lebih dari 12 minggu)
Gejala subyektif bervariasi dari ringan sampai berat, seperti :
a.       Gejala hidung dan nasofaring, berupa sekret di hidung dan nasofaring.
b.       Gejala faring, berupa rasa tidak nyaman di tenggorokan.
c.        Gejala telinga, berupa gangguan pendengaran akibat sumbatan tuba Eutachius.
d.       Nyeri kepala, biasanya pada pagi hari dan berkurang di siang hari.
e.        Gejala mata, akibat penjalaran infeksi melalui duktus nasolakrimalis.
f.        Gejala saluran napas, berupa batuk dan kadang komplikasi di paru.

g.        Gejala saluran cerna, dapat terjadi gastroenteritis akibat mukopus yang tertelan.
Seperti halnya penyakit-penyakit yang lain, sinusitis juga dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi sinusitis di antaranya:
a.       Otak (infeksi pada otak atau timbunan nanah pada otak)
b.       Mata (infeksi pada jaringan di sekitar bola mata, infeksi bola mata, pecahnya bola mata)
c.        Infeksi tulang sekitar sinus (dapat terjadi kebocoran nanah keluar dari wajah, perubahan bentuk wajah/menonjol/membengkak)
d.       Radang tenggorok yang sering kambuh
e.        Radang amandel
f.        Radang pita suara (sering batuk atau serak)
g.        Sesak napas atau asma
h.       Gangguan pencernaan (sering sakit perut, mual, muntah, diare)

2.1.4.         Penanganan.
Sinusitis Akut dapat sembuh spontan atau dapat sembuh hanya dengan pemberian obat. Sinusitis Sub Akut perlu dilakukan operasi jika penderita sakit berat atau telah terjadi komplikasi atau terjadi akibat kelainan anatomi.
Sinusitis kronik perlu dilakukan operasi di samping dengan pemberian obat. Prinsip penanganan sinusitis adalah di samping penanganan terhadap sinusitisnya juga harus dilakukan penanganan terhadap penyebabnya.
Cara operasi paling mutakhir terhadap sinusitis adalah dengan metode FESS (Functional Endoscopic Sinus Surgery) atau BSEF (Bedah Sinus Endoskopik Fungsional). Operasi ini menggunakan peralatan canggih (yang kebetulan sudah dimiliki RS Panti Wilasa Dr Cipto), di mana operasi dapat dilakukan secara terarah dan trauma yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin. Tetapi sayangnya tidak semua rumah sakit mempunyai peralatan ini, karena di samping harga


alat tersebut relative  mahal juga tidak semua dokter THT dapat melakukan tindakan operasi tersebut.