Pages

Wednesday, October 17, 2007

Aplikasi Komputer Grafis Melalui Teknologi CGI


Di Balik Film Animasi

Kalau kita tengok ke belakang, ”Toy Story” (1995), film debutan Pixar yang dibiayai dan dipasarkan The Walt Disney Company itu sukses besar sebagai film pertama yang secara penuh menggunakan teknologi komputer. Sejak saat itu studio animasi digital lain seperti Blue Sky Studios (Fox), DNA Productions (Paramount Pictures and Warner Bros.), Onation Studios (Paramount Pictures), Sony Pictures Animation (Columbia Pictures), DreamWorks, dan yang lainnya tak mau ketinggalan untuk memproduksi film sejenis.

Tentu tak sedikit dari kita yang mempertanyakan dengan teknologi apa dan bagaimana film-film kreatif ini dibuat. Ternyata, kunci pembuatan film-film ini adalah sebuah aplikasi komputer grafis yang disebut computer generated imagery (CGI). Dengan perangkat lunak ini bisa diciptakan gambar 3D lengkap dengan berbagai efek yang dikehendaki. Beberapa software CGI populer antara lain Art of Illusion (bisa di-download di sourceforce.net), Maya, Blender, dan lain-lain.

CGI 2D dipakai pertama kali pada film ”Westworld” (1973) karya novelis scifi Michael Crichton dan sekuelnya ”Futureworld” (1976) menggunakan CGI 3D untuk membuat tangan dan wajah yang dikerjakan oleh Edwin Catmull, ahli komputer grafik dari New York Institute of Technology (NYIT). Tapi, tidak semua film berhasil memberikan sentuhan animasi yang bagus. Film ”Tron” (1982) dan ”The Last Starfighter” (1984) termasuk yang gagal karena efek yang mereka berikan kelihatan sekali buatan komputer.

Revolusi ”Jurassik Park”

Teknologi CGI biasa dipakai dalam pembuatan film, program televisi, dan beberapa iklan komersial, termasuk media cetak. Aplikasi ini memberikan kualitas grafis yang sangat tinggi dengan efek yang lebih terkontrol daripada metode konvensional seperti membuat miniatur untuk pembuatan adegan kecelakaan yang dramatis atau menambah aktor figuran untuk menggambarkan suasana keramaian penuh sesak.

Di tahun 1991 film ”Terminator 2: Judgement Day” yang dibintangi Gubernur California sekarang Arnold Schwarzeneger membuat decak kagum penonton dengan efek morphing (perubahan dari satu wajah/bentuk ke wajah/bentuk yang lain secara halus) dan liquid metal si penjahat pada beberapa aksinya. Dua tahun kemudian film legendaris tentang dinosaurus, ”Jurassic Park” juga memberikan efek visual yang mengagumkan pada makhluk purba itu sehingga tampak betul-betul hidup. ”Jurassic Park” membawa revolusi pada industri perfilman dan Hollywood bertransisi dari animasi konvensional menjadi teknik digital.

Tahun berikutnya, ”Forrest Gump”, film drama dengan aktor tersohor Tom Hanks, juga memanfaatkan teknologi CGI untuk efek menghilangkan salah satu kaki Letnan Dan (dimainkan Gary Sinise) agar tampak pincang betulan. Efek lainnya adalah pergerakan bola ping-pong yang sangat cepat ketika dimainkan oleh Tom Hanks. Bahkan, adegan dengan efek bulu melayang di udara merupakan garapan sebuah studio animasi di Bandung.

Mastering Computer Graphic untuk Pemula



Kelebihan : Mudah dipelajari, Lengkap dan bergambar
Kekurangan : Agak Mahal

Ditulis di BANDUNG, pada tanggal 07.01.2004 13:49 Bookmark Halaman Ini


Buku Bagi Seorang Pemula

Buku Mastering Computer Graphic Untuk Pemula keluaran Nexx Media Inc. sangat membantu saya ketika mempelajari computer graphic. Saya (yang tidak tahu banyak mengenai dunia komputer grafik) mencoba mempelajarinya dari buku ini.

Seorang Jepang bernama Tatsu Maki, yang bertindak sebagai penulis naskah, ilustrasi dan editor. Dalam buku ini, kita diajarkan betapa mudahnya untuk mengenal dunia komputer grafik, lengkap dengan softwarenya. Termasuk didalamnya Corel Draw dan Adobe Photoshop, 2 software yang sangat populer. Kita diajarkan bagaimana mengenal setting kedua software tersebut dan langkah-langkah pengerjaanya. Dan semuanya ditulis secara runut, lengkap dan disertai dengan gambar.

Alhasil, dengan mengikuti petunjuk yang tersedia, (dengan mudah) kita dapat mengerjakan gambar apa yang akan kita edit. Selain itu, buku ini ditampilkan secara hitam putih dan berwarna. Halaman berwarna memang lebih sedikit ketimbang halaman hitam putihnya, tetapi tidak mengurangi kualitas materi buku, karena halaman berwarna didasarkan untuk menyajikan perbedaan tampilan warna.

Jika anda seorang pemula di dunia computer graphic tidak ada salahnya untuk mencoba belajar dengan buku yang saya referensikan. Semoga dapat berguna

Grafika Komputer - Teori dan ImplementasiBook

Category : Desain Grafis
ISBN 979-763-068-4
Author: Achmad Basuki, Nana Ramadijanti
16 x 23cm, 112hlm.
Cetakan I, 2006
Harga Awal: Rp.19500

Grafika komputer akhir-akhir ini mulai dirasa sangat penting dan mencakup hampir semua bidang kehidupan seiring dengan semakin pentingnya sistem komputer dalam berbagai kegiatan. Grafika komputer merupakan gambar atau grafik yang dihasilkan oleh komputer. Teknik-teknik yang dipelajari dalam grafika komputer adalah teknik-teknik bagaimana membuat atau menciptakan gambar dengan menggunakan komputer. Ada beberapa program, dari yang sederhana sampai program yang sangat kompleks, yang dapat digunakan untuk membuat gambar komputer, antara lain Paint, Microsoft Photo Editor, Adobe Photoshop, Maya, Autocad, 3D Space Max, dan lain-lain.
Buku ini membahas: ? Materi grafika komputer? Primitive drawing? Grafik 2 dimensi dan 3 dimensi? Transformasi objek? Membuat Grafik 3D yang lebih baik? Shading dan optical view? Morphing

PERKEMBANGAN GRAFIKA

Kemajuan teknologi informasi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi cetak mencetak, sehingga di mana pun kita berada selalu menatap dan menggunakan barang cetakan, misalnya: uang, meterai, prangko, surat kabar, majalah, buku, brosur, folder, poster, spanduk, company profile, formulir, ticket, kemasan (kertas, karton, kaleng, plastik, dll) sampai pada surat-surat berharga yang dipergunakan pada bank-bank, dan sangat banyak jenis, bentuk, jumlah barang cetakan di masyarakat.

Semakin banyak jumlah manusia, semakin meningkat sosial ekonomi, semakin tinggi pendidikan dan kebudayaan suatu bangsa akan semakin banyak memerlukan barang cetakan sebagai sarana komunikasi, alat pembayaran, sebagai pembungkus, dan fungsi-fungsi lain.

Perkembangan terakhir di bidang teknologi produksi grafika sebagai usaha untuk melayani tuntutan pemesan yang semakin cepat dan kritis adalah munculnya “ teknik cetak jarak jauh, instant printing dan yang terakhir print on demand.”

Gambaran umum fungsi dan jenis barang cetakan yang demikian banyak dan bervariasi menuntut industriawan grafika melengkapi peralatan yang memadai dari kualitas dan kuantitasnya, serta kesiapan sumber daya manusianya sebagai penentu keberhasilan produksi. Kondisi demikian memberikan peluang yang sangat besar bagi insan grafika untuk berkiprah mengisi lowongan dan tawaran yang sangat menjanjikan itu.

Sesuai dengan tujuan pendidikan, ATG Trisakti mempersiapkan struktur program kurikulum yang telah mengacu pada kebutuhan industri grafika walau tetap harus dibantu oleh perusahaan grafika, penyalur alat/mesin sebagai akibat dari perkembangan teknologi grafika. Penyusunan kurikulum tetap menggunakan pola baku, walaupun akhir-akhir ini ada kebebasan untuk mengubah dan menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan kebebasan menentukan kurikulum itu, maka ATG Trisakti segera menyesuaikan kebutuhan di industri percetakan.

Sebagai bentuk penyesuaian itu tercermin di dalam kurikulumnya, terdapat mata kuliah “Sistem Produksi Grafika” dan simulasinya. Mata kuliah ini disajikan dengan menyertakan CD software yang baru saja diselesaikan oleh tim.

Kuliah sistem simulasi produksi grafika ini disajikan pada semester 4 dan semester 5, setelah para mahasiswa memperoleh materi tentang keteknikan di semester 1, 2, 3 dan 4, dan selanjutnya di semester 6 mahasiswa melakukan PKL (praktek kerja lapangan) dengan sistem kelompok sesuai dengan produk grafika yang akan ditekuni.

Di dalam mata kuliah sistem simulasi produksi grafika itu materi penyajiannya ditekankan bagaimana mahasiswa menangani dan mengelola order cetakan mulai dari awal sampai akhir, sehingga bobot manajerialnya lebih menonjol. Tugas demikian pada umumnya di perusahaan-perusahaan percetakan berperan sebagai perencana dan pengendalian produksi (PPC = Planning Production and Controll) atau dalam istilah manajemen, sebagai middle manager yang menentukan alur proses produksi.

Dari materi kuliah yang disajikan ini, diharapkan mahasiswa mampu menyiapkan dan menyusun rencana produksi, mendesain produk, memilih bahan dan alat/mesin produksi, menyusun jadwal produksi, melakukan pengendalian proses produksi dan mengendalikan mutu produksi. Para mahasiswa dituntut pula untuk mengestimasi apakah barang cetakan itu sebagai barang cetakan yang diproduksi akan menguntungkan perusahaan atau sebaliknya.
Selain sebagai seorang perencana dan pengendalian produksi, kemampuan yang diperoleh para mahasiswa itu dapat pula mendukung seseorang sebagai estimator, tenaga pemasaran, dan apabila dibarengi dengan pengembangan diri (melalui pengalaman dan menuntut pendidikan) akan sangat mungkin menjadi manajer setiap bagian dan mungkin lebih tinggi lagi, atau sebagai seorang wiraswastawan.

Greet a computer graphics master from Indonesia

Please look at the picture below. Is it a photo of Korean actress Song Hye Kyo? Well... Wrong! It's not a photo but a computer-generated image created by Max Edwin Wahyudi of Indonesia.


This 24-year-old boy submitted this piece to the CGI forum CGTalk four months ago and he's been making waves ever since.

Modelling was done with 3D Studio Max and zBrush for the rendering. It was also given five stars out of a five score by the CG Society and won the CG Choice Award Winner award. The CG Society is the most respected and accessible global organization for creative digital artists.

Computer graphics (CG) is the field of visual computing where one utilizes computers both to generate visual images synthetically and to integrate or alter visual and spatial information sampled from the real world.


Computer graphics of Song Hye Kyo created by Edwin Max Wahyudi

"Eh, don't simply put one pic up and say it was a CG huh!? It looks so real to believ it!! haha..." said a comment on the Net regarding Wahyudi's piece.

"Regardless, I gotta say well done, Max. That is the most realistic CG human I've seen to date," said another comment. "Why he choose Song Hye Kyo to be rendered? Apart from a challenge from his friends, it's also caused 'she is my favourite actress'," he said.

He explained that making the head accurately was the most important part. "I made her smile just for fun, but it turned out to be a very difficult process."

To start with, he collected the actress' pictures for reference. But due to the lack of good images of her on the Internet, he decided to grab them from her movies.

Wahyudi also wrote a tutorial for rendering the picture on the CGArena site, so you can follow step-by-step the rendering process.

It's nice to know that Indonesian IT is not too far behind other countries. Wahyudi has successfully put Indonesia on the map in terms of the CG world today.