Monday, October 20, 2014
Sudah... Saya Ikhlaskan :)
Mungkin ini adalah cara yang di Atas menjawab pertanyaan/permintaan saya, hari in saya sudah memantapkannya. :)
Friday, October 10, 2014
Cletukan Mendiang Nenek
Tiba-tiba saya teringat cletukan mendiang almarhum nenek saya :
yo... Gusti.... kenek eri koyok ngene loro ne wes ora ketulungan, mendahe mlebu neroko.
bagi yang tidak tahu bahasa jawa saya translate ke bahasa indonesia :
ya... Allah.... Terkena duri seperti begini sakitnya sudah tidak tahan, bagaimana kalau masuk neraka.
Tidak tahu kenapa saya sering teringat cletukan tersebut bahkan sangat jelas tergambar dari mulai raut muka pada waktu mengatakan celetukan tersebut.
Memang benar ingatan dimasa kecil itu lebih tajam dan kemungkinan akan muncul secara tiba-tiba ketika kita sudah dewasa akan sangat besar, contohnya seperti kasus saya.
Makanya bagi yang punya anak kecil buatlah ingatan yang baik untuk mereka. Karena trauma yang dialami ketika kecil mungkin akan muncul secara tiba-tiba pada waktu dewasa.
Satu hal yang membuat saya penasaran, kenapa saya bisa mengingat peristiwa itu, bahkan sudah terjadi begitu lama ketika saya masih berumur 7 tahun. Apa yang membuat istimewa ingatan tersebut? Trauma? tapi trauma apa? atau alasan lain?
Thursday, October 2, 2014
Sebenarnya Salahnya Apa sih ?
Pernah nggak sih kalian merasa tidak suka pada
seseorang, padahal orang tersebut tidak melakukan hal yang merugikan
kamu? dan juga tidak pernah melakukan hal negatif terhadap kamu?
Saya merasa kasihan ketika hal itu terjadi
didepan mata saya, dan namanya juga saya hanya sebagai bawahan biasa
jadi saya hanya bisa melihat, mendengar dan ikut tertawa. Saya juga
bukan orang dengan tipe menentang arus, itulah makanya saya itu
terkadang merasa malu karena tidak bisa berbuat apa-apa atau tidak
mau berbuat apa-apa. ya... ujung-ujungnya nulis di blog ini.
Setidaknya saya harap orang tersebut tidak merasa
terganggu dengan hal itu
Thursday, September 18, 2014
Perlakukan Orang Secara Wajar
Berlebih-lebihan memang tidak
disarankan di agama saya (dalam segala hal), maka perlakukanlah seseorang
dengan sewajarnya nanti jika perlakuan itu berkurang maka tidak ada yang merasa
di bedakan. Logikanya ketika tangan direndam dalam air hangat terus dicelupkan
ke air yang lebih panas maka kita tidak akan terkejut karena tangan kita sudah
terbiasa, akan tetapi jika tangan direndam dengan air yang biasa terlebih
dahulu kemudian direndam air panas maka rasa panasnya akan berbeda dari
sebelumnya dan akan terasa lebih panas.
Sama halnya ketika kita
memperlakukan orang, jika perilaku kita berlebihan maka seseorang yang menerima
perilaku itu akan merasa terbiasa dengan hal itu maka jika hal itu berkurang
maka akan terasa perbedaan.
Wednesday, September 17, 2014
Trenyuh Melihatnya
2 hari yang lalu ketika saya
sedang berjalan menuju tempat makan siang dimana letaknya berada 2 blok
bangunan di sebelah kiri dari kantor, pandangan saya langsung tertuju kepada
seseorang dengan usia sekitar 60-70 tahun dengan kulit hitam penuh kerutan,
kurus memakai topi ala koboi bengan baju kemeja lusuh dan celana pendek robek
tanpa alas kaki. Duduk di pinggir kantin dengan disamping terlihat dagangan krupuk
sambil nenghitung uang selembar demi selembar pecahan ribuan dan 2
ribuan.
Kadang melihat pemandangan
seperti itu membuat saya bersyukur tentang apa yang telah saya dapatkan
sekarang ini. Ingin membantu tapi ya kok malu... ternyata rasa malu saya lebih
besar dari pada keinginan membantu beliau dengan cara membeli kerupuk yang di
jualnya. Sehingga saya hanya bisa memandangi dan lewat begitu saja ke tempat
makan siang.
Sering kali saya melihat hal
begitu, pikiran saya selalu berkecamuk, orang setua itu masih bisa bertahan
untuk bekerja tanpa harus minta-minta dan coba bandingkan pengemis muda dengan
badan masih bisa bekerja eh..... tapi hanya mengharapkan belas kasihan dari
orang lain. Bukannya saya anti terhadap pengemis tapi seharusnya bagi kita yang
masih muda hendaknya lebih bisa produktif, malukan dengan bapak yang saya
ceritakan. Di masa tuanya tetap kekeh hidup tanpa harus minta-minta. Dan
setidaknya beliau masih memelihara budaya malunya dengan mengesampingkan
faktor-faktor lain. Kadang saya merasa dapat teguran dari yang di Atas. hey...
mas bro... lihat tuh orang itu... seharusnya kamu bersyukur apa yang kamu
dapatkan sekarang.
Ini saya kasih foto yang dapat dari internet soalnya admin tidak berani ambil foto beliau. Sebagai renungan saja.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)


