Pages

Monday, September 24, 2007

Google Earth: Pandangan Mata Burung

Google telah merilis Google Earth untuk Linux di versi beta yang keempat. Google Earth menyodorkan pengalaman mengitari bumi dan melihat-lihat kota di dunia tidak hanya secara vertikal seperti peta pada Google Maps, tapi juga melalui perspektif pandangan mata burung.

Dengan kondisi spesifikasi komputer saya yang minimum untuk menjalankan aplikasi Google Earth, saya masih bisa menikmati layanan ini. Tentunya yang pertama dicari adalah rumah saya sendiri, saudara, teman dan tempat-tempat tertentu di kota Bandung. Memang hasilnya belum bisa lebih detil, tidak ada penampakan gedung secara tiga dimensi seperti jika kita melihat kota-kota di Amerika dengan pandangan mata burung, bahkan dengan tingkat zoom yang lebih dekat.

Google Earth untuk Linux disediakan dalam bentuk binary yang siap jadi, tinggal diekstrak secara auto-run. Kemarin saya meng-install-nya di homedir, hari ini ternyata sudah ada portage-nya untuk Gentoo Linux. Jadi saya pindahkan ke /usr/portage/distfiles dan kemudian menjalankan emerge googleearth supaya aplikasi terinstall ke dalam wide system (Gentoo meng-install-nya di /opt/googleearth).

Seperti yang dialami Eko dengan spesifikasi komputer sesuai rekomendasi Google, aplikasi Google Earth di Linux mengalami crashed berkali-kali. Beberapa kali saya juga mengalami hal tersebut, namun hari ini seperti stabil dengan sendirinya.

Saya coba simulasikan pandangan mata burung ke gedung Sate sesuai dengan sudut foto udara Bandung tempo dulu. Hasilnya seperti peta satelit datar yang dilihat secara perspektif, tidak ada elevasi bangunan, tidak ada bangunan tampak bertiga dimensi.

No comments :