Pages

Thursday, September 20, 2007

Teknologi 4G di Pelupuk Mata ?

Kini dapat disaksikan bagaimana pengguna ponsel dengan bangga memamerkan penggunaan fitur canggih di ponsel 3G di antarakita seperti fitur video calling yang memungkinkan penggunanya saling melihat muka dengan pihak yang dihubunginya. Dengan diadopsinya teknologi 3G di Indonesia oleh hampir semua operator selular, kini hanya tinggal waktu saja teknologi 3G memasyarakat di kalangan kita.

Namun di sisi lain para pihak yang berkutat di bidang teknologi komunikasi tanpa kabel kini sibuk mengembangkan teknologi baru yang merupakan kelanjutan dari 3G yaitu teknologi 4G. Namun teknologi 4G kini belum bisa didefinisikan secara jelas. Sampai sekarang belum ada standarisasi untuk 4G yang telah disepakati oleh para pihak yang berkompeten di bidang tekonologi komunikasi tanpa kabel ini.

Ada beberapa pihak yang mempromosikan jaringan WiMax sebagai 4G padahal bukan merupakan teknologi 4G sebenarnya, karena lebih merupakan varian baru dari teknologi tanpa kabel (wireless) seperti halnya dengan FireWire dan Bluetooth. Sebenarnya fitur-fitur 3G yang ada pun diusung oleh 4G, hanya saja memiliki kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi bisa mencapai 20 MBps (Megabytes per detik) di lapangan, 10 kali lipat daripada 3G yang maksimal 2 Mbps (pada prakteknya di lapangan sebenarnya baru mencapai 384 Kbps pada kondisi bergerak).

Padahal di atas kertas kecepatan 4G sesungguhnya bisa mencapai 100 Mbps di lingkungan luar rumah (bergerak), sedangkan 1GBps pada kondisi tidak bergerak (statisioner). Tidak hanya itu, kapasitas data yang melalui jaringan 4G akan jauh lebih besar daripada 3G sehingga pengunduhan data yang mencapai puluhan, bahkan ratusan MB akan mudah dicapai dalam waktu singkat. Sebagai contoh, dengan ponsel 3G, kita baru dapat mengunduh klip video dan klip musik yang berdurasi tidak begitu panjang.

Sedangkan dengan 4G yang akan berbasis jaringan IP sepenuhnya, kita tidak hanya dapat mengunduh satu film utuh ke dalam satu ponsel 4G ketika sedang bergerak, juga menyaksikan tayangan gambar televisi yang berkualitas tinggi (high definition TV content) dan menyaksikan lawan bicara kita yang terlihat jelas dan mulus geraknya, tidak tersendat-sendat seperti sekarang dengan 3G melalui video calling. Tidak hanya itu, kita juga dapat melakukan video chat dengan mudah. Juga fitur video conferencing yang bisa lebih dari 2 situs yang dilakukan secara simultan.

Dengan kata lain, trafik multimedia akan dominan pada penggunaan teknologi 4G di masa mendatang.
Tentu saja browsing internet tanpa kabel akan makin lebih cepat dan makin menyenangkan tanpa terganggu dengan waktu tunda (delay time) karena masalah kongesti pada lalu lintas data di jaringan di masa kini akan teratasi dengan teknologi 4G. Yang paling menyenangkan karena biaya untuk menikmati fitur-fitur 4G itu diprediksi akan lebih murah daripada sekarang karena biaya untuk mengaplikasikan teknologi 4G akan lebih murah daripada teknologi 3G ataupun HDSPA (3,5 G).

Melihat arah pengembangan 4G yang dilakukan oleh para pihak baik pakar akademis maupun perusahaan teknologi TI dan komunikasi seperti Ericcson, Alcatel, Nokia, Siemens AG, Lucent, Samsung, Nortel, Motorola, LG dan sebagainya, dapat dikatakan teknologi 4G adalah teknologi yang siap dinikmati kita dalam waktu tidak akan begitu lama karena teknologi tersebut dijanjikan akan dikomersialisasikan antara tahun 2010 hingga 2015 mendatang seperti yang telah direncanakan oleh perusahaan selular Jepang, NTT Docomo.

Berbicara tentang 4G yang masih merupakan ujicoba di laboratorium dan beberapa wilayah terbatas seperti di Cina yang memutuskan mengadopsi 4G untuk infrastruktur jaringan tanpa kabel daripada 3G, para peneliti bahkan telah memikirkan teknologi 5G. Konon dengan teknologi 5G, kita dapat berbicara dengan lawan bicara tanpa mengeluarkan suara, cukup hanya menggerakkan bibir saja. Juga dapat berkomunikasi dengan indera lainnya seperti indera penciuman. Sebagai contoh, kita dapat mencium bau masakan jika lawan bicara kita sedang memasak atau sedang berada di dapur.

Yang jelas teknologi 5G masih merupakan teori dan akan masih lama sekali untuk diwujudkan secara nyata. Di sisi lain, teknologi 4G walau belum ada standar yang sudah disepakati, sudah mulai menunjukkan bentuk nyata dan bukan mustahil dalam 10 tahun mendatang sudah dapat dinikmati di negara kita. Dari apa yang kita lihat, jelas sekali bahwa teknologi komunikasi itu yang membuat dunia terasa mudah terjangkau dan hampir tidak ada batas-batasnya. Anda setuju bukan?

No comments :