Pages

Thursday, September 20, 2007

Pameran Teknologi Masa Depan pada Wired NextFest 2007

Serbasimulasi dan Praktis
Pada 13 hingga 16 September lalu, konvensi teknologi masa depan bertajuk Wired NextFest 2007 diadakan di Los Angeles. Pameran ini merupakan acara tahunan majalah sains dan teknologi Wired. Di dalamnya, ditampilkan 150 karya teknologi masa depan dari 16 negara.

Seluruh benda yang dipamerkan dibagi menjadi sebelas kategori dan dibedakan sesuai dengan fungsi dan segmen teknologinya. Di antaranya, ada inovasi di bidang komunikasi, robotic, hiburan, transportasi, serta teknologi yang memberi kontribusi dalam pelestarian lingkungan. Berikut beberapa di antaranya.

Globe4D
Dengan alat ini, pengguna dapat mengetahui informasi dan fenomena grafis di seluruh permukaan bumi. Beberapa hal yang ditampilkan alat buatan para peneliti Universitas Leiden, Belanda, ini adalah perubahan iklim, penghijauan, radiasi, curah hujan, kebakaran hutan, musim, dan rute pesawat terbang. Seluruhnya dalam format gambar bergerak.

Globe4D juga mampu menampilkan fenomena geografis yang terjadi bertahun-tahun lampau. Salah satu contoh, pergerakan historis lempeng-lempeng bumi sejak 750 juta tahun lalu. Ia juga mampu menunjukkan tampilan permukaan bumi ratusan tahun mendatang. Bahkan, Globe4D mampu memperlihatkan fenomena alam di permukaan matahari, bulan, dan planet-planet lain.

Seluruh informasi Globe4D berasal dari perangkat lunak yang terintegrasi di dalamnya. Software ini memuat informasi sejarah geografis bumi dan benda-benda langit yang berbentuk sperik. Termasuk, data-data geografis jangka pendek di seluruh bagian permukaan bumi.

Tampilan Globe4D terdiri atas dua bagian. Bentuk dasar dengan permukaan datar dengan tiruan bola bumi di tengah. Permukaan mendatar berfungsi mengatur kontrol waktu. Di permukaan ini, juga ditampilkan keterangan masa yang sedang diamati.

Chroino
Humanoid mini ini punya tampilan yang bersahabat. Namun, ia tetap kuat dan mampu melakukan gerakan-gerakan mengagumkan. Salah satunya, berjalan dengan sangat natural layaknya manusia.

Robot ini bisa melakukan gerakan itu karena ada teknologi SHIN-Walk. Teknologi ini mampu membuat Chroino berjalan dengan sangat mulus, tidak seperti robot pada umumnya yang terpatah-patah. Teknologi ini juga bisa menunjang kemampuan atletik lebih baik daripada robot pada umumnya.

Secara desain, Chroino juga cukup menarik. Bahan dasar karbon dan plastik membuat bobot robot ini cukup ringan, hanya 1,05 kg, dengan tinggi hanya 35 cm. Lebih mengagumkan, pengerjaan robot ini ternyata hanya dilakukan oleh satu orang. Ia adalah Profesor Tomotaka Takahashi dari Robo Garage, perusahaan pembuat robot di Jepang.

Brainball
Biasanya, setiap orang harus menguras energi untuk sebuah kompetisi. Lebih-lebih, ketika mengadu kemampuan dalam permainan satu lawan satu yang menegangkan dan memacu adrenalin. Namun, Brainball berbeda. Dalam permainan ini, orang justru harus tenang. Makin pasif, makin rileks, makin besar kesempatan untuk menang.

Konsep permainan bikinan Smart Studio ini memang cukup unik. Dilakukan di permukaan atas sebuah meja dengan dua gawang dan sebuah bola tepat di tengahnya. Di dahi mereka, dua pemain masing-masing memakai semacam strap yang mengandung elektroda dengan sensor biosistem.

Sistem ini disebut electroencephalo­gram yang berfungsi mengukur sinyal-sinyal biologis dari tubuh, yang memicu aktivitas elektronis di otak. Gelombang alpha dan theta yang keluar dari otak inilah yang akhirnya menggerakkan bola maju.

Kedua gelombang ini hanya akan terbentuk jika seseorang dalam keadaan tenang dan rileks. Pemenangnya tentu saja yang paling tenang dan berhasil "mendorong" bola hingga ke gawang.

The Wheelsurf
Konvensi teknologi ini juga mencakup sarana transportasi. Salah satunya adalah Wheelsurf. Ini adalah monowheel futuristik yang digagas ilmuwan Tito Lucas Ott dari Brazil. Bentuk dasarnya adalah roda dengan diameter sekitar 1,7 m. Tampilan Wheelsurf juga cukup menarik dengan pilihan warna cerah, seperti merah dan kuning.

Wheelsurf terdiri atas inner dan outer frame. Outer frame terbuat dari karet, seperti ban pada kendaraan pada umumnya. Bagian inilah yang benar-benar berputar. Inner frame berukuran lebih kecil, mempunyai tiga roda mini yang berfungsi menggerakkan outer frame.

Pengendara duduk di bagian inner frame, yang juga sekaligus menjadi tempat dipasangnya tangki bensin, mesin, dan drive train yang mirip kemudi skuter atau motor. Cara mengendarainya pun mirip motor, mengandalkan keseimbangan, sehingga pengendara harus mempunyai berat minimum 50 kg.

Dengan mesin 4-tak, Honda GX31, dan kapasitas mesin 31 cc, Wheelsurf mampu mencapai kecepatan maksimal 40 km/jam. Tertarik? Siap-siap saja merogoh kocek cukup dalam. Sebab, Wheelsurf dijual USD 6.900 atau sekitar Rp 64,6 juta.

Pull-Cord Generator
Menyediakan suplai listrik gratis, inilah fungsi utama Pull-Cord Generator buatan Potenco. Alat ini merupakan generator listrik yang bersumber dari tenaga manusia. Caranya gampang. Letakkan saja alat berbentuk mirip yoyo ini di genggaman tangan, tarik talinya dengan tangan yang lain, dan listrik pun otomatis tersimpan di baterai internal.

Daya listrik yang mampu dikeluarkan pun lumayan besar. Cukup untuk menghidupkan alat-alat elektronik penting, seperti lampu, ponsel, radio, GPS, PDA, dan water purifier. Sayang, alat ini belum ada di pasaran. Namun, beberapa bulan mendatang, alat tersebut akan dijual dengan harga murah karena ditarget untuk kalangan menengah ke bawah.

Dengan alat itu, kita berpotensi meminimalkan masalah dalam kelistrikan. Tarif mahal dan kesulitan distribusi pun bisa teratasi. Yah, kalau saja di Indonesia bisa bebas bayar listrik, barangkali tidak akan terjadi masalah yang sedemikian rumit. (rum/bs)

No comments :